MEDAN – Berawal pada masa transisi Covid-19, sebuah Jemaat Khusus di Jakarta, tepatnya GKPI JK Satria Grogol, Jakarta Barat, Juni 2020 silam mendengar keluhan beberapa kawan Pendeta yang berjumlah tiga puluh lima orang tidak memperoleh gaji dikarenakan Resortnya tidak sanggup memenuhi bakti bulanan, yang berdampak kepada Pendeta. Melihat kejadian tersebut Pdt. Jhon P.E. Simorangkir bersama tim nya memprakarsai mengumpulkan bantuan dana.
Dalam ceritanya Pdt Jhon mengajak kepada seluruh jemaat untuk memberi Sumbangan kepada sejumlah Pendeta GKPI yang mengalami problem penggajian karena situasi Covid-19. Alhasil terkumpul dana sebesar tiga puluhan juta rupiah, dikirim langsung ke Kantor Sinode.
Kemudian tepatnya Minggu tanggal 17 sampai dengan Selasa 19 Agustus 2025 Pdt Jhon berkeliling menemui rekan-rekan Pendeta di Wilayah IV Dairi-Tanah Karo-Alas-Pakpak Barat, ditemani dan didukung Tim yang berdedikasi (diketuai Ir. Antoi Harris Silitonga, Sekretaris Ir. Ramot Tobing, Bendahara Sarah Tobing, SH, MH, Penasihat amang JPL Tobing, SH, MH, anggota jemaat GKPI Medan Kota, resort Medan Barat).
Selain itu, Pdt Jhon juga turut didampingi Pdt. S.B. Purba, B.Th dan abang Togar Tobing (pernah 10 tahun menjadi Kepala Biro Keuangan GKPI, anak dari Dr. Andar Lumbantobing, Bishop GKPI selama 28 tahun).
Pdt Jhon menuturkan bahwa dalam kunjungan dan percakapan dengan kawan-kawan pendeta di Wlayah “DATAKALASPA” (Dairi-Tanah Karo-Alas-Pakpak Barat) saya merasakan perjuangan kawan-kawan Pendeta untuk suatu kehadiran Hamba Tuhan yang bermakna.
Percakapan a.l. upaya-upaya secara sinodal meningkatkan topangan untuk pelayanan GKPI yang kuat melalui Pendeta di Resort-Resort/Jemaat Khusus; untuk mengetahui keadaan di lapangan, supaya GKPI menegaskan ciri menggerejanya (aha do ciri ni GKPI), langkah-langkah mengatasi konflik (manajemen konflik).
Upaya Pendeta memperjuangkan menggereja sebagai berdiakonia. Gereja memperhatikan dan mengupayakan kehadiran yang mempergunakan nilai-nilai budaya yang ada dengan mengorganisir tolong-menolong di antara anggota jemaat dengan mengumpulkan “tumpak” bersama dengan jumlah yang sangat signifikan, dan lain-lain.
Melihat, walaupun cukup singkat, berbagai Gereja GKPI dan tempat yang dilayani rekan-rekan Pendeta di Datakalaspa, dalam hati timbul suatu pemikiran bahwa keadaan-keadaan yang dihadapi di berbagai tempat pelayanan memang mungkin tidak mudah, banyak kesukaran-kesukaran, dan sambutan dari yang dilayani terkadang tidak menggembirakan. Tetapi menenteramkan menjumpai rekan-rekan Pendeta yang memperlihatkan kegembiraan dalam melayani, berikhtiar dan telah berhasil memberikan kehadiran yang memperkuat kehidupan umat (jemaat).
Ada kawan Pendeta yang bertani di sela-sela pelayanan, yang sekaligus menjadi suatu teladan rajin bekerja. Ada yang sangat ingin menunjukkan mengasihi umat, berempati kepada umat. Ada lagi yang telah berhasil menghadirkan tolong-menolong yang sangat signifikan dari umat se- Resort sehingga sangat tertolong dalam penyelenggaraan acara (ulaon) “rite of passage” hidup (“pesta mengawinkan anak/boru”). Puji Tuhan. Bagi Tuhan, kemuliaan dan sembah. Sukacita bagi seluruh kita, demikian Pdt. Jhon P.E Simorangkir.