LEBAK – Pendamping Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak seolah bungkam seribu bahasa ketika dikonfirmasi mengenai Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) di Kampung Talun Masjid yang menggunakan bahan material Paving Blok dan Heubel berikut kapasitasnya yang katanya memiliki sertifikasi keahlian di bidangnya. Senin, (4/8/2025).

Diketahui, akses jalan usaha tani yang baru di bangun pada tanggal 27 Mei 2024 atau baru setahun berjalan ini, sangat sayangkan diduga akibat bahan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi dan seolah tidak memperhatikan sisi geografis wilayah, saat ini kondisinya rusak parah.

Sebelumnya, menanggapi persoalan di Desa Panancangan, Camat Cibadak, Yusuf Atori akan berkoordinasi dengan Kepala desa (Kades) Panancangan.

‎”Wa’alaikumsalam, oh iya nanti disampaikan ke Ibu Kepala desa dan mudah-mudahan masyarakatnya bisa bergotong royong untuk memelihara JUT tersebut. Ya kalau keadaan seperti ini mah namanya rusak (berikan tanggapan jalan usaha tani,-red), mangkanya nanti akan disampaikan ke ibu kepala desa supaya dengan masyarakat untuk diperbaiki secara gotong royong,” katanya melalui Via WhatsApp kepada Wartawan. (2/8)

‎Ditanya mengenai standarisasi pembangunan dan spesifikasi bahan material yang digunakan JUT Desa Panancangan, Yusuf Atori mengarahkan Wartawan untuk konfirmasi kepada Pendamping desa, karena kata dia, pihak pendamping desa dan TPK yang lebih mengetahui.

‎”Tanyakan saja ke Pendamping desa bagian teknik dan TPK nya pelaksanaan kegiatan, beliau yang lebih tahu urusan pembangunan, setiap akan membangun pasti ada RAB, di desa itu sudah ada pendamping desa, TPK dan dari Kecamatan sudah ada Kasi Ekbang itu sudah ada dari Kecamatan dan tidak akan ada pembangunan JUT kalau RAB nya tidak dibuat dulu,” imbuhnya.

‎“Iya maksudnya sudah ada ahlinya, saya tinggal menanyakan ke tim apakah sudah sesuai dengan RAB dan kualitas bangunan, nah mereka menjawab ya sudah sesuai. Tugas Monitoring Kecamatan ke desa waktu proyek di bangun satu tahun lalu untuk standarisasinya waktu hasil Verifikasi sudah standard,” tambahnya.

‎Di sisi lain, Kepala desa (Kades) Panancangan, Elis Nuraeni ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa, standar kualitas bangunan JUT memakai Paving blok dan penyangga memakai Heubel yang dibangun di Wilayahnya sudah sesuai rencana pembangunan dan anggaran yang di alokasikan.

‎”Sudah, (sesuai admistrasi,-red),” katanya melalui Via WhatsApp.

‎Sementara ketika ditanya terkait proses pembangunan apakah sudah melalui sertifikasi kualitas dan pendampingan teknis oleh bidang yang kompeten, Kades mengarahkan agar Wartawan konfirmasi ke bagian pendamping teknis.

‎”Itu JUT, dan Alhamdulillah waktu MDST dan sertifikasi dalam keadaan baik, itu kerusakan karena iklim, pernah kena banjir waktu musim hujan, dan sudah di perbaiki lagi sama warga. Kalau soal itu Bapak (wartawan,-red) bisa tanya langsung ke pendamping teknik yang ahli dalam bidang itu, karena semuanya hasil musyawarah, dan itu sudah selalu saya himbau bahkan RT nya saya panggil, agar merawat jalan yang sudah ada, tetapi ternyata pemilik sawah disitu pinggiran jalan nya banyak yang dicangkulin jadi otomatis penahannya ambroll,” tukasnya.

Berkaitan dengan hal ini, awak Media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait termasuk Inspektorat Kabupaten Lebak.