LEBAK – Diberitakan sebelumnya, seolah tidak melihat aspek geografis kondisi jalan, Pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Kampung Talun Masjid, Desa Panancangan, Kecamatan Cibadak diduga asal jadi. Pasalnya, akses jalan yang dibangun pada tanggal 27 Mei 2024 lalu, bahan material yang digunakan pembangunan diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga saat ini kondisinya rusak parah.
Merespon hal tersebut, Camat Cibadak, Yusuf Atori, akan segera berkoordinasi dengan Kepala desa Panancangan.
”Wa’alaikumsalam, oh iya nanti disampaikan ke Ibu Kepala desa dan mudah-mudahan masyarakatnya bisa bergotong royong untuk memelihara JUT tersebut. Ya kalau keadaan seperti ini mah namanya rusak (berikan tanggapan jalan usaha tani,-red), mangkanya nanti akan disampaikan ke ibu kepala desa supaya dengan masyarakat untuk diperbaiki secara gotong royong,” katanya melalui Via WhatsApp kepada Wartawan, Jum’at (1/8/2025).
Ditanya mengenai standarisasi pembangunan dan spesifikasi bahan material yang digunakan JUT Desa Panancangan, Yusuf Atori mengarahkan Wartawan untuk konfirmasi kepada Pendamping desa, karena kata dia, pihak pendamping desa dan TPK yang lebih mengetahui.
”Tanyakan saja ke Pendamping desa bagian teknik dan TPK nya pelaksanaan kegiatan, beliau yang lebih tahu urusan pembangunan, setiap akan membangun pasti ada RAB, di desa itu sudah ada pendamping desa, TPK dan dari Kecamatan sudah ada Kasi Ekbang itu sudah ada dari Kecamatan dan tidak akan ada pembangunan JUT kalau RAB nya tidak dibuat dulu,” imbuhnya.
“Iya maksudnya sudah ada ahlinya, saya tinggal menanyakan ke tim apakah sudah sesuai dengan RAB dan kualitas bangunan, nah mereka menjawab ya sudah sesuai. Tugas Monitoring Kecamatan ke desa waktu proyek di bangun satu tahun lalu untuk standarisasinya waktu hasil Verifikasi sudah standard,” tambahnya.
Sebelumnya, Kepala desa (Kades) Panancangan, Elis Nuraeni ketika dikonfirmasi melalui Via WhatsApp mengatakan, standar kualitas bangunan jalan Paving Blok dikerjakan sudah sesuai rencana pembangunan dan anggaran.
”Sudah, (sesuai admistrasi,-red),” katanya.
Sementara ketika ditanya terkait proses pembangunan apakah sudah melalui sertifikasi kualitas dan pendampingan teknis oleh bidang yang kompeten, Kades mengarahkan agar Wartawan konfirmasi ke bagian pendamping teknis.
”Itu JUT, dan Alhamdulillah waktu MDST dan sertifikasi dalam keadaan baik, itu kerusakan karena iklim, pernah kena banjir waktu musim hujan, dan sudah di perbaiki lagi sama warga. Kalau soal itu Bapak (wartawan,-red) bisa tanya langsung ke pendamping teknik yang ahli dalam bidang itu, karena semuanya hasil musyawarah, dan itu sudah selalu saya himbau bahkan RT nya saya panggil, agar merawat jalan yang sudah ada, tetapi ternyata pemilik sawah disitu pinggiran jalan nya banyak yang dicangkulin jadi otomatis penahannya ambroll,” tukasnya.
Di sisi lain, salah satu Petani Panancangan mengaku khawatir ketika melewati jalan rusak tersebut. Ia mengatakan, akibat pondasi jalan rusak mereka bisa terpeleset jatuh.
”Khawatir juga dengan kondisi pondasi yang sudah lepas, kami bisa saja terpeleset jatuh,” kata sumber yang minta namanya tidak disebut.
Berkaitan dengan hal ini, Wartawan masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.