LEBAK – Salah saorang Pengacara Kondang Kelahiran Kabupaten Lebak, Acep Saepudin mengaku tersinggung atas postingan status WhatsApp Bupati Lebak, Hasby Jayabaya yang memampang mobil miliknya dengan kata-kata “Mobil Acep Saepudin Law Firm. Cakep Kan Plat Nomornya ? Ka Acep, Saberaha Eta Pajakna “.

Acep mengaku miris dengan etika dan adab sopan santun seorang Hasby yang notabene sebagai publik figur sekaligus pemimpin bagi masyarakatnya di Kabupaten Lebak. Apalagi, kata dia, Bupati Lebak ini mengantongi track record keilmuan dan jabatan tinggi salah satunya pernah menduduki kursi di DPR RI.

Untuk itu, tegas Acep, apa salahnya jika ada pertanyaan kepadanya mengenai bukti kelengkapan surat-surat kendaraan miliknya tinggal menghubungi secara langsung, bukan malah membuat status yang menyesatkan.

“Kalau Hasbi Bupati Lebak ingin tahu kelengkapan bukti kepemilikan kendaraan milik saya tinggal kontak saja, nomor saya. Jangan membuat proksi menyesatkan,” kata Acep kepada awak  Media, Jum’at (7/3/2025).

Menurut Acep, Seorang Bupati  seharusnya tidak layak mengomentari urusan pribadi seseorang apalagi sampai memposting foto di status WhatsApp pribadinya dengan narasi yang kurang enak seperti kurang kerjaan.

“Mungkin Bupati Lebak memang gak ada kerjaan di 100 hari kerjanya, Plat nomor saya yang A 111 PH saja seakan di endorse. Itu plat nomor asli dan legal, kalau tidak percaya silahkan cek di Samsat Lebak, biar sekalian siapa yang suka pake plat nomor palsu,” tukasnya.

Sementara itu, Aktivis Lebak Ade Surnaga menyayangkan etika dan adab sosok seorang pemimpin yang seolah menunjukkan keangkuhan seperti Bupati Lebak Hasby Jayabaya.

“Seharusnya Pak Hasby Jayabaya fokus dengan 100 hari program kerja setelah dilantik. Jangan urusi masalah yang tidak penting. Lihat saja belum lama pas hari sertijab saja, Bupati Lebak malah mempermasalahkan prasasti nama-nama Pj Bupati, sekarang malah ngurusin plat nomor kendaraan orang lain, seharusnya fokus sama program pembangunan Lebak saja sesuai Visi misinya,” kata Pria yang kerap disapa King Naga.

Menurut King Naga, seharusnya kalau Bupati Lebak mau urus kendaraan, silahkan urus saja kendaraan keluarganya. Karena, kata dia, masih banyak kendaraan keluarga Bupati Lebak yang bermasalah.

“Ada beberapa datanya disaya, tapi menurut saya lebih penting ngurusin program kerja 100 hari dulu untuk pembanguna Kabupaten Lebak,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Awak Media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.