JAWA BARAT – Kondisi Bangunan sekolah SDN Lumpang 5 yang berlokasi di Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor seperti tidak terawat. Pasalanya, dari pantauan Media, Senin (6/1/2025) mulai dari atap, kemudian Pintu Kelas termasuk lantai sekolah serta Meubeler tempat siswa belajar kondisinya jauh dari kata layak untuk di pakai, hal ini jelas akan berdampak buruk kepada aktivitas belajar siswa.
Sekolah yang notabene dibiayai oleh anggaran Pemerintah melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seharusnya bisa merealisasikan dengan baik, namun faktanya seolah tidak berdampak di SDN Lumpang 5 ini.
Maryani, selaku Bendahara di SDN Lumpang 5 ketika dikonfirmasi Awak media terkait anggaran Bantuan Operasional Sekolah mengaku mengetahui seluruh anggaran yang masuk ke SDN Lumpang 5 namun enggan memberikan keterangan. Padahal, pertanyaan yang di lontarkan hanya anggaran keseluruhan saja, sesuai dengan keterangan transparansi Publik yang sudah di atur oleh Undang-undang. Jangankan pemerintah, masyarakat dalam hal ini pun wajib tahu dan saling mengawasi, anehnya malah Maryani seolah buang badan mengarahkan ke Kepala sekolah.
Bahkan, parahnya ketika akan ditanya berapa dan kemana papan informasi serta Jumlah siswa saja Bendahara SDN Lumpang 5 ini seolah menyibukkan diri tanpa fokus terhadap pertanyaan Awak media.
“Memang saya mengetahui (semua anggaran masuk,-red) namun saya tidak mau menerangkan karena itu bukan ranah saya. Yang harus menerangkan itu kepala Sekolah Walaupun memang saya mengetahui Anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah,” kata Maryani.
Sementara itu, Orang tua murid yang minta namanya tidak disebutkan mengaku khawatir dengan keselamatan anaknya lantaran kelas yang ditempati anaknya menuntut ilmu kondisinya rusak parah.
“Bisa saja sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan anak-anak kita yang sedang belajar, karena melihat kondisinya saja sudah parah mulai dari atap pintu dan keramik,” katanya.
Sebelum berita ini di muat, Awak media masih mencoba mengkonfirmasi pihak-pihak terkait.