SERANG – Ormas KKPMP dan Pemuda Pancasila menyayangkan pemasangan Paving Block di Kampung pasir Sempur RT 019, RW 002, Desa Bojot Kecamatan Jawilan terkesan asal asalan.
Pasalnya kualitas pemasangan Paving Block jalan poros Desa tersebut boleh dikatakan masih seumur jagung lantaran dikerjakan pada 08 Mei 2023 s.d 23 September 2024, terhitung baru satu tahun lima bulan, namun sangat di sayangkan kondisinya sudah hancur lebur menjadi debu hingga mengundang tanda tanya masyarakat. Senin, (23/9/2024).
Ketua Ormas KKPMP Kecamatan Jawilan, yang pada waktu itu dirinya menjabat sebagai ketua Karang taruna Desa Bojot merasa kaget atas kondisi jalan yang belum Sampai genap dua tahun kondisinya sudah sangat memprihatinkan.
Padahal ketika Pembagunan, Yahya mengaku ikut mengukur jalan yang akan di bagun tersebut namun dirinya tidak mengetahui bahan dan kualitas yang di pakai oleh pihak Desa ternyata tidak sesuai spesifikasi.
“Jelas saya kaget melihat jalan yang yang belum genap dua tahun tapi sudah memprihatinkan, kebetulan pada waktu itu saya sebagai ketua karang taruna dan saya pun ikut mengukur jalan yang akan di bangun, tapi saya tidak tahu bahan dan kualitas yang di pakai oleh pihak Desa. Kalau saya tahu dari dulu bahan yang akan di pakai bahan jelek sudah pasti saya protes,” jelas Yahya.
Hal senada diungkap, Ujep Wakil Ketua Ormas Pemuda Pancasila Kecamatan Jawilan ketika ditemui dirinya sangat menyayangkan Atas kondisi jalan paving Blok yang sudah hancur Lebur di Desa Bojot.
“Jika dibandingkan dengan jalan sebelah yang pengerjaannya tidak tertinggal jauh masih hitungan minggu bahkan lebih dulu, tidak hancur Sepeti itu ya, miris saya melihatnya,” katanya.
Pihaknya tegas Ujep, meminta kepada perangkat desa TPK dan kepala desa, Agar mempergunakan anggaran Desa dengan benar karena anggaran tersebut bukan Milik pribadi namun milik Desa yang akan digunakan untuk kepentingan Masyarakat.
“Sangat disayangkan kondisi jalan sudah hancur lebur Seperti ini, padahal yang saya tahu pemasangan ini tidak beda jauh dengan yang sebelah, malah masih duluan yang sebelah. Coba ya bagi perangkat desa TPK dan kepala desa, kalau memang ada anggaran desa Pergunakan dengan semestinya, itu.kan bukan milik pribadi tapi milik Desa yang digunakan untuk kepentingan Masyarakat,” tukasnya.
Disisi lain kepala Desa Bojot saat di hubungi melalui telpon whatsap-nya tidak menerima panggilan telpon dan menanggapi pesan yang sudah dikirimkan, seolah bungkam.