LEBAK – Lembaga DPRD Kabupaten Lebak akan segera memiliki pimpinan definitif. Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan telah memutuskan untuk mengusung dr. Juwita Wulandari sebagai pucuk pimpinan legislatif Lebak untuk lima tahun mendatang. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat Ketua DPC PDI Perjuangan Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, yang memegang struktur partai dan diusulkan oleh rapat Pleno DPC dan DPD PDIP Provinsi Banten, justru tidak terpilih.
dr. Juwita Wulandari lahir di Jakarta pada 25 September 1986. Informasi ini sesuai dengan data dari laman Website KPU Lebak. Ia adalah putri dari tokoh PDI Perjuangan, Ribka Tjiptaning, yang dikenal sebagai tokoh yang menulis buku tentang kebanggaannya menjadi anak PKI.
Juwita menikah dengan Deden Muhammad Fatih dan tinggal di Kampung Kebon Kopi, Desa Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung. Pada Pemilu 2024, Juwita berhasil memenangkan suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, yang meliputi Rangkasbitung, Cibadak, Warunggunung, dan Kalanganyar. Ia meraih 5.422 suara, mengungguli caleg incumbent, Enden Mahyudin, yang hanya mendapatkan 4.511 suara.
Sebelumnya, Juwita pernah menjadi anggota DPRD Lebak pada periode 2014-2019. Namun, pada Pemilu 2019, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia politik. Pada tahun 2024, ia kembali ke panggung politik di dapil yang sama dan kembali meraih kemenangan.
Riwayat pendidikan Juwita dimulai dari SD hingga SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, yaitu di SDN Sumbergondo 6, SMP Negeri 2 Genteng, dan SMAN 1 Genteng. Pendidikan dokter ia selesaikan di Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, dan lulus pada tahun 2009.
Setelah tidak lagi menjadi anggota DPRD, belum diketahui secara pasti apa yang dilakukan oleh Juwita. Dalam dokumen kependudukan, ia mencantumkan profesinya sebagai dokter. Selain aktif di partai, Juwita juga tercatat sebagai salah satu anggota pengurus di Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Banten.
Selamat bertugas, Dokter Juwita!

Tinggalkan Balasan